Thursday, 9 November 2017

12 hari tanpa ibunya

Hari ini, Rabu 8 Nopember 2017 ibunya harus berangkat ke Surabaya untuk menengok nenek di sana, mengendarai kereta (dari Banjar pagi sampai Surabaya malam) jugijaggijug kereta berangkat, hatinya gembira bercampur sedih (bukan apa-apa) selama 2 tahun punya Rakha, baru kali ini pergi 12 hari tanpa ketemu seharipun. Tapi ya sudahlah, semoga 12 hari ini bisa memberikan sesuatu.
Kereta Pasundan jurusan Bandung (Kiaracondong) - Surabaya sampai di stasiun Banjar pukul 09.46 menit, dan berangkat pukul 10.00 WIB. harga tiket kereta ekonomi ini terbilang murah, hanya Rp. 94.000, saja, sudah ada ac nya, dan tidak berjubel-jubel seperti tahun 90-an, yang walaupun tiketnya dalam rupiah teramat murah, tapi naik kereta ini pada zaman dulu sangat tidak nyaman karena asal ada tempat bisa naik.
Kereta Pasunda hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu semisal Banjar, Sidareja, Kroya, Kebumen

Sebenarnya ketika pagi itu ibunya mau berangkat, anaknya masih tidur, karena anaknya memang lebih sering bangun siang, namu.
Pada akhirnya perjalanan ibunya selama 12 hari tidak membuahkan hasil yang manis...

Saturday, 28 October 2017

Bayar STNK Suzuki Smash 2004 terkena pajak progresif

Samsat Kota Banjar, 26 Oktober 2017
Setelah pada tanggal 7 Oktober 2017 membayar pajak lima tahunan Shogun 125RR, hari ini 26 Oktober 2017 bayar pajak tahunan Suzuki Smash 2004.
Untuk prosesnya jelas lebih cepat dan lebih simpel, cukup bawa STNK, KTP, dan tentu saja uang, hehehe.
STNK dan KTP difotokopi masing-masing 2 lembar, kemudian langsung bawa saja ke samsat bagian pendaftaran bayar pajak 1 tahunan (Untuk saat ini sebenarnya ada yang lebih cepat, bisa membayar di Samsat Keliling), yang jadwalnya diantaranya adalah sebagai berikut :
Hari Senin, Rabu dan Sabtu di Pasar Langensari
Hari Kamis di Pasar Langkaplancar

Prosesnya tidak lebih dari setengah jam, di samsat kelilling bahkan bisa lebih cepat.
Untuk biaya, karena pajak progresih motor kedua, untuk Smash 2004 pajaknya Rp. 40.000 lebih mahal dari pada Smash yang sama motor pertama. Sehingga total yang harus dibayar Rp. 210.800,-

Jumat,  26 Oktober 2018
Setelah dicoba mau bayar di samsat Kota Tasikmalaya, karena kebetulan KTP sudah ada, ternyata pihak samsat (sangat mungkin perantara/calo) meminta bayaran 310 ribu rupiah, padahal di STNK tertera hanya 210.800 (pajak tahun 2017), akhirnya dicoba dimasukan di samsat Kota Banjar, setelah difotokopi STNK, bukti pajak dan KTP, langsung menuju pendaftaran, dapat nomor antrian 50, pada pukul 09.30 WIB, bersama anak lanang menunggu di tempat tunggu sambil sesekali nonton tipi, akhirnya pukul 10.00 dipanggil ke loket pembayaran, "Nomor antrian 50 ke loket pembayaran", atas nama Hanifudin,174.500,,, jumlah yang sangat jauh selisihnya jika kemarin dibayar di samsat Tasikmalaya... alhamdulillah sisanya dipinjam buat beli ban dalam belakang ukuran 2.75 / 17 seharga 42.000...
sepuluh menit kemudian nomor antrian 50 dipanggil di loket penyerahan...
Selesai sudah ke samsat hari ini...
Besok-besok tinggal menemui Bapa Elga di Samsat untuk proses BBN Kijang Kotak biru, yang uangnya sudah dititipkan di Pak Elga sebesar Rp. 2.350.000,-
sampai hari ini, Senin, 15 Juli 2019, soal ke Pak Elga belum ada titik terang 



Hari ini, Jumat. 25 Oktober 2019 menuju Samsat Kota Banjar untuk bayar pajak lagi, dan masih sama Rp. 174.500
Mungkin tahun depan kantor Samsat pindah ke Komplek perkantoran di Pamongkoran



Hhhhhhhh
Ternyata tahun 2020 Samsat Kota Banjar memang pindah ke Pamongkoran, namun satu hal yang sangat tidak enak, ketika sepeda motor ini bayar pajak sekaligus ganti STNK, masa petugas memungut biaya tambahan lebih dari 100 ribu rupiah, saya ngga rido... semoga petugas di samsat mendapat balasan untuk perbuatannya.
 
Tahun 2021 bayarnya di Samling Langensari, hari Rabu, di bawah fly over, ternyata pajaknya + SWDKLLJ 178000 rupiah, SWDKLLJ denda Rp. 8000, kalau tak ada denda maka hanya 170000
 

Wednesday, 18 October 2017

Suzuki Shogun 2007 ganti STNK

Tidak terasa sudah sepuluh tahun saja Shogun 125RR, dan bulan ini Oktober tanggal 9 harus bayar pajak sekaligus penggantian STNK 5 tahunan.
Sebenarnya tanggal habisnya STNK tanggal 9, tapi daripada hari itu tidak sempat, maka pembayaran STNK dimajukan hari sabtu tanggal 7 Oktober 2017.
Persiapan administrasi sudah disiapkan, STNK, BPKB, KTP sudah difotokopi rangkap 3,
Kebetulan kantor samsat tidak begitu jauh dari rumah, kira-kira 9 km saja,

Hasil gambar untuk shogun 125 RR
Kira kira seperti ini  motornya, tapi sudah jelek sih....
Dengan persiapan yang kumplit, akhirnya jam setengah sembilan sudah sampai di samsat kota Banjar Jawa Barat yang terletak di jalan Brigjen M. Isa Purwaharja. Pagi itu hujan mengguyur, bahkan sejak malam.
Sampai samsat, alhasil basah  kuyyup, karena memang tidak menggunakan jas hujan, dinginnn..
Begitu masuk, langsung belok kanan ke bagian informasi, ada 3 cewek cantik di bagian informasi.
"Selamat  pagi, ada yang  bisa dibantu  Pa?"
 "Mau bayar pajak yang lima tahunan Bu"
"Sudah difotokopi Pa"
"Sudah Bu"
Beberarapa saat diteliti berkasnya, kemudian...
"Bapak ambil berkas di lantai dua, ke Bapak....., Bapak keluar lagi lalu masuk lewat belakang"
"Iya bu terima kasih, setelah ambil berkas ke mana lagi Bu?"
"Nanti juga akan dikasih tahu"
"Ooooh"
Buka jaket dulu yang basah, kemudian disampaikan di kursi ruang tunggu
Langsung menuju pintu belakang samsat dan naik ke lantai 2 ke bagian berkas...
"Berkas sudah lengkap, Bapa ke bagian plat nomor di belakang kantor ini, temui Bapak Saring, dan kemudian ke cek fisik di pojok kanan depan kantor, untuk biaya cek fisik Rp. 30.000, nanti di cek fisk nggak perlu  bayar lagi"
"Iya Pak, nuhun".
Masih hujan
Sampai di bagian TNKB
"Pak Saring?"
"Iya"
"Ini pak....(menyerahkan  berkas)"
"Ooooh, antosan sakedap"
"Ini pak sudah"
Langsung menuju cek fisik, masih hujan, menyerahkan  berkas
"Motorna mana?" tanya petugas
"oooh, masih di parkiran Pa"
"Kadieukeun atuh"
"Mangga".
Kemudian digesek nomor rangka dan nomor mesin, kalau tidak salah  masing-masing dua  kali.
Setelah selesai....
"Masuk ke kantor lagi lewat  belakang,  tanyain   Bapak .....  bagian pengesahan STNK
"oooh, iya Pak, Nuhun"
Masuk lagi ke samsat  bagian belakang... menemui  Bapak  bagian pengesahan STNK
"Untuk pengesahan STNK Rp. 25.000". begitu kata petugasnya
"Oooh, iya Pak" sambil menyerahkan uang ke petugas tersebut
"Bapak tunggu saja di ruang tunggu, nanti dipanggil oleh Kasir", sambil memberi nomor antrian 3
  Di ruang tunggu kira-kira setengah jam kemudian dipanggil
"Bapa Hanifudin!"
saya pun menghampiri kasir
"Rp. 354.000 Pak"
"Oooh, ini Bu" sambil menyerahkan uang sejumlah Rp. 360.000" kemudian duduk kembali
eeeeh belum sampai duduk sudah dipanggil lagi oleh petugas kasir,
"Pak!... ini kembaliannya..."
"Oh iya Bu, lupa" sambil nyengir
Beberapa saat kemudian dipanggil lagi oleh bagian penyerahan STNK
"Ini STNK, BPKB, dan KTP Bapak, silahkan dicek lagi" kata petugas
 "Iya Pak, terima kasih"
"Bapak tinggal ke bagian TNKB (plat nomor)" kata petugas lagi
"Kira- kira berapa ya Pak bayar ke petugas plat nomor?"
"Oooh, saya nggak tahu, nanti saja tanyakan ke petugasnya langsung" jawabnya
Kenapa penullis menanyakan hal itu? karena penulis sudah kehabisan uang, hahaa
Ternyata tidak perlu keluar uang lagi di  bagian TNKB... alhamdulillah, selesai.
padahal sudah minta uang lima puluh ribu ke Farid di perum...

Sekarang (2024) Samsat kota Banjar sudah berpindah ke komplek perkantoran Pamongkoran Kota Banjar, dan bekas Samsat sementara dipergunakan untuk Pengadilan Negeri Kelas 2 Kota Banjar. 

Friday, 29 September 2017

Bubur Surak Langkaplancar 1442 H

Bahan (untuk 80 – 100 porsi) :
3,5 kg beras
air secukupnya
daun salam 15 - 20 lembar
masako kecil 5 bks
garam
sereh
santan dari 1 kg kelapa
njet 3 - 5 plastik
tepung beras jika diperlukan apabila hasil akhir terlalu encer

Alat :

-         Kompor atau tungku/anglo (2 buah)
-         Centong kayu ukuran besar (dayung)
-         Panci besar (jika kurang besar, bisa dengan 2 buah panci) / jadi

Bahan Pelengkap :

Ayam 2 kg
Telur ayam, 1 kg
kacang kedelai 1 kg
tahu mateng  10 bungkus @ Rp. 3000 dipotong dadu kemudian digoreng
kerupuk 2 kg
tempe 20 buah  (untuk dibuat sambel goreng)
minyak goreng
cakue
bawang daun 0,5 kg (diiiris untuk ditaburkan ketika akan dihidangkan)
seledri  (diiiris untuk ditaburkan ketika dihidangkan)
kecap manis 2 botol besar
sambel cabe rawit
Bumbu untuk sambel goreng tempe:
Cengek, bawang merah, bawang putih, merica, penyedap rasa, gula kelapa

Cara membuat :
Masak beras sampai menjadi bubur, kurang lebih 2 - 3 jam (dengan api sedang), jangan lupa sering diaduk supaya kerak tidak terlalu tebal
 
Ayam digoreng kemudian disuir-suir
telur didadar, kemudian diiris kecil-kecil
kedelai direndam hingga melar, kemudian ditiriskan, setelah tiris, kemudian digoreng sampe renyah
kerupuk digoreng
bawang merah diiris lalu digoreng sampai kering (untuk ditabur)

Cara menyajikan :
Masukkan bubur ke mangkok, kemudian tambahkan pelengkap : ayam, kacang, telur, tahu, bawang daun, bawang goreng, lalu diberi kecap secukupnya, kemudian tambahkan kerupuk di atasnya...
tambahkan sambal jika suka
Demikian cara membuat bubur Sura, 10 Sura 1440 H

Insya Alloh malam ini, Jumat, 28 Juli 2023 akan membuat lagi,
10 Muharram 1445 H, 
Pak Warso sudah tiada, lahul fatihah
Malam ini bahan beras 2 kg, menggunakan wajan besar / jadi
mulai pukul 00.30 WIB
tadinya mau pakei kompor, tetapi kok lama
namun kelihatannya buburnya encer, mungkin untuk 3 kg beras buburnya bagus
royco 4 bungkus, santen setengah panci magicom,garam bbrp sdt, daun salam bbrp lmbar

Untuk Muharram 1446 H, 2024, dikarenakan yang sulukan hanya 13 orang putra putri, maka saya tidak diminta bantuan untuk membuat bubur surak.




Cepi Iskandar, 'Si Penghapus' Status Tersangka Setya Novanto

Cepi Iskandar, 'Si Penghapus' Status Tersangka Setya Novanto


image: https://img.kumpar.com/kumpar/image/upload/w_50,h_50,c_fill,g_face,f_jpg,q_auto,fl_progressive,fl_lossy/main2_rqo7a5.jpg
kumparan


image: https://img.kumpar.com/kumpar/image/upload/c_fill,g_face,f_jpg,q_auto,fl_progressive,fl_lossy,w_800/fcc6bwuhrvsztvzh72cc.jpg
Hakim Cepi Iskandar di Sidang Praperadilan SetnovHakim Cepi Iskandar di Sidang Praperadilan Setnov (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Nama Cepi Iskandar mendadak menjadi ramai diperbincangkan publik. Bagaimana tidak? Cepi adalah hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menjadi 'penghapus' status tersangka korupsi e-KTP, Setya Novanto.
"Mengadili mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk sebagian. Menyatakan penetapan status tersangka Setya Novanto adalah tidak sah. Memerintahkan pada termohon (KPK) untuk menghentikan penyidikan terhadap Setya Novanto," kata hakim Cepi di PN Jaksel, Jumat (29/9).
Kalimat tersebut kembali mencuatkan nama Cepi, yang ternyata sebelumnya, juga pernah membebaskan terdakwa korupsi.
Bagaimana perjalanan karir Cepi Iskandar sebagai seorang hakim?
Cepi lahir di Jakarta pada 19 Desember 1959. Laman resmi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mencatat, Cepi sebagai salah satu Hakim Madya Utama, yang saat ini menyandang pangkat Pembina Utama Madya.
Cepi diangkat sebagai hakim sejak tahun 1992 lalu. Dua puluh lima tahun menjadi hakim, Cepi berpindah-pindah tugas ke beberapa kota.
Sebelum bertugas di PN Jakarta Selatan, ia pernah menjadi Ketua PN Purwakarta periode 2013-2015. Cepi juga pernah menjadi Wakil Ketua di PN Depok, Humas di PN Bandung, dan bertugas di PN Tanjung Karang, Lampung periode 2011-2012.
Hakim Cepi juga diketahui pernah setidaknya 3 kali menangani perkara korupsi. Bahkan dalam salah satu perkaranya, Cepi pernah membebaskan seorang terdakwa kasus korupsi pada tahun 2007 silam.
Saat memutuskan terdakwa korupsi, Cepi masih bertugas di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Kasus yang ditanganinya itu adalah dugaan korupsi proyek pengadaan buku Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan terdakwa Joko Sulistyo.
Hakim Cepi yang menjadi ketua majelis menyatakan bahwa Joko sebagai pimpinan proyek pengadaan buku Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat itu telah melakukan proyek itu sesuai dengan prosedur. Majelis hakim juga menilai tidak ada penggelembungan dana dalam pelaksanaan proyek itu.



Sementara itu, mengenai harta kekayaan, dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, Jumat (29/9), Cepi diketahui terakhir kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK pada 25 Juni 2008. Saat itu ia masih menjadi hakim di Pengadilan Negeri Bandung.
Ia memiliki sebuah mobil berjenis Mazda, serta sebuah sepeda mini dengan total nilai Rp 56.000.000. Diketahui, saat pelaporan sebelumnya tepatnya pada tahun 2002, ia memiliki mobil Toyota Corona namun telah dijual.
Cepi juga memiliki logam mulia dan harta bergerak lainnya. Total nilainya mencapai Rp 11.001.000.
Selain itu ia juga memiliki surat berharga lainnya senilai Rp 3.100.000. Jumlah ini meningkat Rp 3.000.000 dari pelaporan sebelumnya.
Cepi juga memiliki hutang sebesar Rp 30.000.000. Jika dikurangi hutang tersebut maka total harta Cepi adalah Rp 40.103.000.

Read more at https://kumparan.com/wisnu-prasetyo/cepi-iskandar-si-penghapus-status-tersangka-setya-novanto#XqaHIXDPskWEZh43.99
Mungkin sekarang harta kekayaannya mendekati Rp. 100 juta

Kegiatan Baru di Bulan Juli 2025

Jum'at 18 Juli 2025, Beli kandang dari bahan bambu, beli di Padaringan untuk melayer anak ayam harga 100 ribu Beli anak ayam ELBA usia 1...