Sunday, 16 December 2018

Masjid Attaubah Langkaplancar

Masjid Attaubah terletak di pinggir jalan raya Banjar - Langensari, Lingkungan Langkaplancar RT. 001 RW. 002 Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari Kota Banjar Propinsi Jawa Barat , didirikan oleh Mbah K.H. Abdurrohman bin Nurjan pada tahun 1934. sepulang dari Baitullah,
Konon pada saat itu, Mbah H. Abdurrohman Bin M. Nurjan ketika akan melaksanakan ibadah haji, beliau tidak langsung menuju Mekkah, namun beliau berkelana, (karena keterbatasan keuangan) berdasarkan cerita yang didengar dari Bapak Sihabudin, Mbah H. Abdurrohman pertama berangkat menuju Palembang, kemudian di Palembang beliau bekerja di pertambangan minyak, untuk mengumpulkan bekal, setelah terkumpul beliau melanjutkan perjalanan menuju Singapura, Ketika sudah di Mekkah pun beliau Mbah H. Abdurrohman menetap lebih kurang 3 tahun, dan baru pulang ke Indonesia setelah usai Perang Dunia I.

Berikut beberapa Imam masjid sejak didirikan, adalah Mbah H. Abdurrohman (1934 - 1981), kemudian Mbah H.M. Dahlan (putra pertama Mbah H. Abdurrohman) tahun 1981 - 1996, selain Mbah Dahlan, ada juga imam yang lain, misalnya imam solat Jumat, tercatat ada Bapak K.H. Syarif Hidayat (alm), Bapak K. Muhadjir (meninggal tahun 2020), Bapak H. Usman Somantri (alm) - Bojongsari, imam tarawih ada H. Sultoni (alm) dan Bpk Nurfatah (Tasheh-alm) dan Mbah Khotim (alm). kemudian dilanjutkan oleh Bapak Ir. Sudiro Hadisucipto - putra ke-4 Mbah H.M. Dahlan ( 1996 - 2007).  Mbah H. Khotim , dan sekarang Bapak Warso (putra Mbah H.M. Dahlan). Juga ada Bapak H. Ngadiran, Bapak Ngahdan, S.E., Bapak H. Dulhamid, dan Bapak Sihab, sementara untuk cadangan, ada Bapak Elon, H. Ngadiran, bahkan Mujianto.

Para jama'ah tahun 80 - 90-an, antara lain Bp. Tohari (alm), Bp. Tohirin (alm), Bapak Somad (alm), Bapak Parlan (alm), Bapak Dikun alm (Bi Holidah), Bapak Sudar (alm), Bapak Darikin (alm), Bapak Karmidi (alm), Bapak Sodikin (alm), Bapak Kambari (alm), Bapak Tamyiz (alm), Bapak Bahrudin, Bapak Paiman (alm), Nini Tayinah (alm), Nini Sakirah, Nini Parijem, Nini Nasikem, Nini Lasiem, K. Muhson (alm), Mbok Hj. Anwar,
Para jamaah yang usia sudah lanjut (2020), ada H. Basiran, Bapak Komar, H. Dedi, Bapak Sadiun, Bapak Elon, Bapak Tugiman, Bp. Parimun, Bp. Tahro, Bp. Sudirman, Bapa RaDikun, kemudian yang masih muda Endang, Rian, Daffa, Denis, suaminya Yuli, Sukino, Mujianto, Agus (guru), Fahmi, Fajar, AHmad,
Ibu-ibu, Mbah Hj. Maryam, Ibu Hj. Homsiah, Hj. Mujinah, Hj. Jiah, Bu Holidah, Bu Hj. pemilik pabrik heler, Bu. Hj. Eti, Istrinya Pak Sudirman.
anak-anak (2020) Rahmatujauza, Dikri, Avicenna, Fakhri, Pandu, Leva, Putra, Rida
Ketika Mbah H.M.. Dahlan menjadi imam mesjid, dibangun Pawestren (tempat solat ibu-ibu) di sayap sebelah kanan dengan mengurug sebagian kolam, juga dibangun pendopo, tentu dengan bantuan berbagai pihak, waktu itu kepala Desa Bojongkantong H. Mahud Al Mahmud. 
Menurut kisah, lahan untuk bangunan Pendopo dan Rumah Mbah Abdurrohman, merupakan lahan/bangunan yang diperuntukkan keperluan pengembangan Masjid. bukan hak milik Mbah Basuni, namun di kemudian hari, anak dari Mbah Basuni, menuntut untuk memiliki lahan Rumah Mbah Abdurrohman dan Pendopo, padahal dari kisah yang penulis dengar, "Mbah Basuni sendiri meng
Beberapa pengajian umum rutin diadakan setiap Selasa Manis dan Selasa Kliwon pukul 09.00 s.d. pukul 11.00 dengan penceramah Bapak H. Olih, K. Musa Al-Hadi. sebelumnya ada Pak K. Toha, H. Syarif, Ajengan Aco Hasan Basri, Juga malam Jum'at Pon seusai Yasinan diadakan pengajian rutin dengan nara sumber Bapak K. Mukholid - Al-Hilal. karena K. Mukholid meninggal, sekarang (2021 akhir) dilanjutkan oleh K. Athourrohman.









Monday, 8 October 2018

DAftar Para Arwah Masyayih - K. Hasyim Asy'ari

Daftar Para Arwahnya Masyayih / Ngulama-ngulama Ngalamah

1.      K.H. Imam Royani                       wazaujatihi                  Langkaplancar
2.      Simbah Hasan Mustama               wazaujatihi                  Kebumen
3.      Simbah Ali Reja                            wazaujatihi                  Kebumen
4.      K.H. Ngusman                              wazaujatihi                  Langkaplancar (Mursid Toriqoh)
5.      K.H. Ngabdurrohim                      wazaujatihi                  Citangkolo Kujangsari
6.      K.H. Sanusi                                   wazaujatihi                  Langensari
7.      K.H. Sabrowi                                wazaujatihi                  Sukajadi Banjarsari
8.      K.H. Ngabdurrohman                   wazaujatihi                  Langkaplancar (Mursid Toriqoh)
9.      K. Supangat                                  wazaujatihi                  Cileweng Pamarican
10.  K.H. Ma’mur                                wazaujatihi                  Cikawung / Ponpes
11.  K.H. Mustolih Badawi                 wazaujatihi                  Sugihan Cilacap / Ponpes
12.  K.H. Hasbulah Badawi                 wazaujatihi                  Sugihan Cilacap / Ponpes

 

Thursday, 30 August 2018

Budi Daya Jamur Tiram

Di setiap proses budi daya jamur, banyak faktor yang perlu diperhatikan oleh para petani, terutama petani jamur yang baru belajar membudidayakan jamur. Mulai dari faktor kualitas baglog jamur, perawatan baglog dan kumbung, desain kumbung jamur. Dan yang akan kami bahas di sini adalah tentang desain kumbung jamur yang sering kali tidak sesuai / kurang ideal.
Dalam pembuatan kumbung jamur, para petani terutama petani baru masih sering melakukan kesalahan dalam mendesain kumbung jamurnya. Hal ini sebenarnya karena kurangnya pengetahuan tentang habitat jamur yang baik untuk pertumbuhan jamur, disertai dengan tidak adanya pendampingan dari produsen baglog jamur yang mestinya lebih tau tentang desain jamur yang baik.
Berikut ini beberapa kesalahan dalam pembuatan  kumbung jamur :
1.  Kumbung gelap gulita tanpa pencahayaan dari luar. Kumbung tetap membutuhkan pencahayaan, bukan cahaya lampu, tapi cahaya matahari. Pada malam hari, kumbung tidak perlu diberi lampu dan biarkan gelap. Kumbung membutuhkan cahaya sebesar 20% atau tandanya anda bisa membaca tulisan di buku dengan jelas pada jarak 30 cm. Pencahayaan bisa dibuat dari: a) dinding terbuat dari anyaman bambu yang banyak rongganya, cahaya akan masuk; b) Untuk dinding bagian bawahnya bisa dipotong setinggi 40 cm dan cukup ditutup dengan plastik bening, sehingga cahaya (bukan cahaya langsung) bisa masuk tapi udara panas tidak akan masuk; c) buatkan atap dari fiber glass, cukup cahayanya yang masuk bukan panasnya.
2.  Kumbung tidak diberi sirkulasi udara yang cukup.  Untuk sirkulasi udara bisa dibuatkan dari: a) dinding terbuat dari anyaman bambu yang banyak rongganya, maka sudah cukup; b) dibuatkan pintu yang bisa dibuka tutup atau ; c) bagian bawah yang dipotong setinggi 40 cm bisa diganti paranet, agar jika terpapar panas, panasnya tidak masuk dan cukup udaranya saja.
3.  Jarak antar rak baglog jamur yang terlalu dekat. Banyak petani bermaksud mengisi sebanyak mungkin kumbungnya dengan baglog, sedangkan sebenarnya kapasitas kumbungnya terbatas. Akhirnya kumbungnya sesak  terisi baglog jamur. Ini akan terasa dampaknya saat panen jamur mulai tiba, ruangan akan dipenuhi dengan kabut spora yang beterbangan memenuhi ruangan. Hal ini akan mengurangi suplai oksigen kepada jamur yang sedang tumbuh jika tidak didukung dengan sirkulasi udara yang baik.
Faktor aktor di atas bisa menyebabkan ruangan kumbung menjadi pengap, udara terlalu jenuh, karena sirkulasi udara pencahayaan yang kurang. Jika dibiarkan, dampaknya bisa dilihat saat panen jamur tiba, antara lain:
  • Jamur yang siap panen sebagian akan tampak layu dan kurang segar
  • Bentuk jamur sebagian akan menjadi kecil kecil sekali, padahal bibit jamurnya aslinya besar2
  • Bakal jamur/ pin head kadang ada yang mati sebelum tumbuh besar
  • Jamur menjadi jembek dan kekuningan karena udara yang jenuh dan terlalu lembab.
Dampaknya bagi petani jamur, jika jamur dijual pasti akan mendapat komplain dari bakul jamur atau konsumen langsung. Karena jamur dikira sudah busuk, layu, berat karena terlalu basah, dan tidak segar. Apalagi jika dijualnya dengan dibungkusi..!!
cat: – Kasus ini pernah terjadi pada petani jamur di sekitar kami
– belum sempat difoto buat dokumentasinya, maaf…:)
– silahkan tambahkan jika ada masukan ya?

Kegiatan Baru di Bulan Juli 2025

Jum'at 18 Juli 2025, Beli kandang dari bahan bambu, beli di Padaringan untuk melayer anak ayam harga 100 ribu Beli anak ayam ELBA usia 1...