Masjid Attaubah terletak di
pinggir jalan raya Banjar - Langensari, Lingkungan Langkaplancar RT. 001 RW. 002 Kelurahan
Bojongkantong Kecamatan Langensari Kota Banjar Propinsi Jawa Barat , didirikan
oleh Mbah K.H. Abdurrohman bin Nurjan pada tahun 1934. sepulang dari Baitullah,
Konon pada saat itu, Mbah H. Abdurrohman Bin M. Nurjan ketika akan melaksanakan ibadah haji, beliau tidak langsung menuju Mekkah, namun beliau berkelana, (karena keterbatasan keuangan) berdasarkan cerita yang didengar dari Bapak Sihabudin, Mbah H. Abdurrohman pertama berangkat menuju Palembang, kemudian di Palembang beliau bekerja di pertambangan minyak, untuk mengumpulkan bekal, setelah terkumpul beliau melanjutkan perjalanan menuju Singapura, Ketika sudah di Mekkah pun beliau Mbah H. Abdurrohman menetap lebih kurang 3 tahun, dan baru pulang ke Indonesia setelah usai Perang Dunia I.
Berikut beberapa Imam masjid
sejak didirikan, adalah Mbah H. Abdurrohman (1934 - 1981), kemudian Mbah H.M.
Dahlan (putra pertama Mbah H. Abdurrohman) tahun 1981 - 1996, selain Mbah
Dahlan, ada juga imam yang lain, misalnya imam solat Jumat, tercatat ada Bapak
K.H. Syarif Hidayat (alm), Bapak K. Muhadjir (meninggal tahun 2020), Bapak H. Usman Somantri (alm) - Bojongsari, imam tarawih ada H. Sultoni (alm)
dan Bpk Nurfatah (Tasheh-alm) dan Mbah Khotim (alm). kemudian dilanjutkan oleh
Bapak Ir. Sudiro Hadisucipto - putra ke-4 Mbah H.M. Dahlan ( 1996 -
2007). Mbah H. Khotim , dan sekarang Bapak Warso (putra Mbah H.M. Dahlan).
Juga ada Bapak H. Ngadiran, Bapak Ngahdan, S.E., Bapak H. Dulhamid, dan Bapak
Sihab, sementara untuk cadangan, ada Bapak Elon, H. Ngadiran, bahkan Mujianto.
Para jama'ah tahun 80 - 90-an, antara lain Bp. Tohari (alm), Bp. Tohirin (alm), Bapak Somad (alm), Bapak Parlan (alm), Bapak Dikun alm (Bi Holidah), Bapak Sudar (alm), Bapak Darikin (alm), Bapak Karmidi (alm), Bapak Sodikin (alm), Bapak Kambari (alm), Bapak Tamyiz (alm), Bapak Bahrudin, Bapak Paiman (alm), Nini Tayinah (alm), Nini Sakirah, Nini Parijem, Nini Nasikem, Nini Lasiem, K. Muhson (alm), Mbok Hj. Anwar,
Para jamaah yang usia sudah lanjut (2020), ada H. Basiran, Bapak Komar, H. Dedi, Bapak Sadiun, Bapak Elon, Bapak Tugiman, Bp. Parimun, Bp. Tahro, Bp. Sudirman, Bapa RaDikun, kemudian yang masih muda Endang, Rian, Daffa, Denis, suaminya Yuli, Sukino, Mujianto, Agus (guru), Fahmi, Fajar, AHmad,
Ibu-ibu, Mbah Hj. Maryam, Ibu Hj. Homsiah, Hj. Mujinah, Hj. Jiah, Bu Holidah, Bu Hj. pemilik pabrik heler, Bu. Hj. Eti, Istrinya Pak Sudirman.
anak-anak (2020) Rahmatujauza, Dikri, Avicenna, Fakhri, Pandu, Leva, Putra, Rida
Ketika Mbah H.M.. Dahlan menjadi imam mesjid, dibangun Pawestren (tempat solat ibu-ibu) di sayap sebelah kanan dengan mengurug sebagian kolam, juga dibangun pendopo, tentu dengan bantuan berbagai pihak, waktu itu kepala Desa Bojongkantong H. Mahud Al Mahmud.
Para jama'ah tahun 80 - 90-an, antara lain Bp. Tohari (alm), Bp. Tohirin (alm), Bapak Somad (alm), Bapak Parlan (alm), Bapak Dikun alm (Bi Holidah), Bapak Sudar (alm), Bapak Darikin (alm), Bapak Karmidi (alm), Bapak Sodikin (alm), Bapak Kambari (alm), Bapak Tamyiz (alm), Bapak Bahrudin, Bapak Paiman (alm), Nini Tayinah (alm), Nini Sakirah, Nini Parijem, Nini Nasikem, Nini Lasiem, K. Muhson (alm), Mbok Hj. Anwar,
Para jamaah yang usia sudah lanjut (2020), ada H. Basiran, Bapak Komar, H. Dedi, Bapak Sadiun, Bapak Elon, Bapak Tugiman, Bp. Parimun, Bp. Tahro, Bp. Sudirman, Bapa RaDikun, kemudian yang masih muda Endang, Rian, Daffa, Denis, suaminya Yuli, Sukino, Mujianto, Agus (guru), Fahmi, Fajar, AHmad,
Ibu-ibu, Mbah Hj. Maryam, Ibu Hj. Homsiah, Hj. Mujinah, Hj. Jiah, Bu Holidah, Bu Hj. pemilik pabrik heler, Bu. Hj. Eti, Istrinya Pak Sudirman.
anak-anak (2020) Rahmatujauza, Dikri, Avicenna, Fakhri, Pandu, Leva, Putra, Rida
Ketika Mbah H.M.. Dahlan menjadi imam mesjid, dibangun Pawestren (tempat solat ibu-ibu) di sayap sebelah kanan dengan mengurug sebagian kolam, juga dibangun pendopo, tentu dengan bantuan berbagai pihak, waktu itu kepala Desa Bojongkantong H. Mahud Al Mahmud.
Menurut kisah, lahan untuk bangunan Pendopo dan Rumah Mbah Abdurrohman, merupakan lahan/bangunan yang diperuntukkan keperluan pengembangan Masjid. bukan hak milik Mbah Basuni, namun di kemudian hari, anak dari Mbah Basuni, menuntut untuk memiliki lahan Rumah Mbah Abdurrohman dan Pendopo, padahal dari kisah yang penulis dengar, "Mbah Basuni sendiri meng
Beberapa pengajian umum rutin diadakan setiap Selasa Manis dan Selasa Kliwon pukul 09.00 s.d. pukul 11.00 dengan penceramah Bapak H. Olih, K. Musa Al-Hadi. sebelumnya ada Pak K. Toha, H. Syarif, Ajengan Aco Hasan Basri, Juga malam Jum'at Pon seusai Yasinan diadakan pengajian rutin dengan nara sumber Bapak K. Mukholid - Al-Hilal. karena K. Mukholid meninggal, sekarang (2021 akhir) dilanjutkan oleh K. Athourrohman.
Beberapa pengajian umum rutin diadakan setiap Selasa Manis dan Selasa Kliwon pukul 09.00 s.d. pukul 11.00 dengan penceramah Bapak H. Olih, K. Musa Al-Hadi. sebelumnya ada Pak K. Toha, H. Syarif, Ajengan Aco Hasan Basri, Juga malam Jum'at Pon seusai Yasinan diadakan pengajian rutin dengan nara sumber Bapak K. Mukholid - Al-Hilal. karena K. Mukholid meninggal, sekarang (2021 akhir) dilanjutkan oleh K. Athourrohman.