Friday, 28 August 2020

Kalkun

 

Peluang Usaha Budidaya Ayam Kalkun Dan Analisa Usahanya

KategoriPeluang Usaha
Di lihat15077 kali
Harga Rp (Hubungi CS)

Peluang Usaha Budidaya Ayam Kalkun Dan Analisa UsahanyaSiapa yang tidak mengenal dengan yang namanya ayam kalkun! Ayam yang satu ini memang bukanlah asli unggas dari Indonesia. Namun ayam kalkun cukup populer di negeri ini. Tampilan ayam dengan postur besar ini merupakan ayam yang berasal dari Kanada. Tampilan ayam kalkun ini memiliki berbagai jenis warna dan macam. Harga jual ayam kalkun memang terbilang tinggi di pasaran. Namun masih jarang kita jumpai di sekitar kita yang menternakan ayam yang satu ini. Tentunya peluang usaha budidaya ayam kalkun akan sangat menjanjikan. Permintaan ayam kalkun yang ada di pasaran memang dari waktu ke waktu kian meningkat. Hal ini pun membuat budidaya ayam kalkun ini semakin menjanjikan. Dengan kebutuhan yang besar dan harganya yang bagus tentunya bisnis budi daya ayam kalkun ini bisa Anda coba. Anda mungkin tertarik untuk terjun langsung dalam bisnis budidaya ayam kalkun! Usaha budi daya ayam kalkun memang bukanlah usaha yang sulit untuk dijalankan. Dimana bisnis budidaya ayam kalkun di jaman modern ini makin mudah dan canggih. Untuk memperbanyak bibit ayam kalkun juga bisa dilakukan dengan mudah lewat mesin penetas telur. Menarik memang jika Anda bergelut dalam bisnis budi daya ayam kalkun. Jika Anda memiliki ketertarikan dengan bisnis budidaya ayam kalkun bisa melihat ulasannya di bawah ini :

Memulai bisnis budi daya ayam kalkun

Bisnis ternak  memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitupun dengan bisnis budi daya ayam kalkun yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. Untuk memulai bisnis budi daya ayam kalkun ini tidak sulit. Bisa dimulai dengan mudah dengan modal yang kecil. Anda dapat memulai bisnis budidaya ayam kalkun di rumah.

Pelaku bisnis budidaya ayam kalkun

Bisnis budi daya ayam kalkun ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang. Anda yang kini bingung mencari pilihan bisnis yang tepat. Dengan kemauan dan minat yang tinggi maka bisnis budidaya ayam kalkun ini dapat Anda jalankan dengan mudah.

Konsumen bisnis budi daya ayam kalkun

Konsumen budi daya ayam kalkun memang tidaklah sulit, konsumen budidaya ayam kalkun cukup besar mulai dari konsumsi rumah tangga hingga berbagai usaha kuliner.

Peralatan bisnis budidaya ayam kalkun

Dalam bisnis budi daya ayam kalkun membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya pembuatan kandang ayam kalkun, pengadaan bibit ayam kalkun, kandang kalkun, sewa lahan, ayakan, mesin giling pakan, terpal dan timba, timbangan, selang, tempat makan dan minum ayam kalkun . Dengan adanya peralatan tersebut maka bisnis budi daya ayam kalkun makin maksimal.

Pemasaran budidaya ayam kalkun

Dalam berjualan budidaya ayam kalkun, Anda bisa memasarkannya dengan cara menjualnya ke pasar atau ke pengepul. Akan lebih baik jika ayam kalkun dipasarkan langsung ke pecinta ayam kalkun.

Karyawan bisnis budidaya ayam kalkun

Karyawan dalam menjalankan bisnis budi daya ayam kalkun bisa menggunakan satu orang dahulu dalam permulaan.

Harga jual budidaya ayam kalkun

Patokan harga untuk budidaya ayam kalkun dapat Anda buat dalam hitungan per ekor dimana harga mulai Rp 85.000 hingga Rp 500.000. Ini tergantung dari harga ayam kalkun yang ada di pasaran.

Keuntungan dalam menjalankan bisnis budidaya ayam kalkun

Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis budidaya ayam kalkun ini yakni merupakan bisnis ternak yang paling banyak dicari orang terutama pecinta budidaya ayam kalkun.

Kekurangan bisnis budidaya ayam kalkun

Segi kekurangan bisnis budidaya ayam kalkun ialah budidaya ayam kalkun memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat.

Analisa bisnis budidaya ayam kalkun

Investasi

 

Peralatan
 Harga 
 pembuatan kandang ayam kalkun  Rp.     2.925.500
 pengadaan bibit ayam kalkun  Rp.     2.138.500
 kawat besi  Rp.        452.400
 ayakan  Rp.          132.500
 sewa lahan  Rp.     2.520.500
 mesin giling pakan  Rp.      1.624.000
 terpal dan timba  Rp.            76.500
 timbangan  Rp.          221.500
 selang  Rp.            76.850
 tempat makan dan minum ayam kalkun  Rp.          163.500
 Peralatan tambahan yang lainnya  Rp.            61.500
 Jumlah Investasi  Rp. 10.393.250

 

Biaya Operasional per Bulan

 Biaya Tetap
 Nilai
 Penyusutan pembuatan kandang ayam kalkun  1/62 x Rp 2.925.500  Rp.            47.185
 Penyusutan pengadaan bibit ayam kalkun 1/62 x Rp.2.138.500  Rp.            34.492
 Penyusutan kawat besi  1/62 x Rp 452.400  Rp.              7.297
 Penyusutan ayakan 1/44 x Rp 132.500  Rp.              3.011
 Penyusutan sewa lahan 1/62 x Rp. 2.520.500  Rp.          40.653
 Penyusutan mesin giling pakan 1/62 x Rp 1.624.000  Rp.            26.194
 Penyusutan terpal dan timba 1/44 x Rp. 76.500  Rp.              1.739
 Penyusutan timbangan 1/62 x Rp. 221.500  Rp.              3.573
 Penyusutan selang 1/44 x Rp. 76.850  Rp.              1.747
 Penyusutan tempat makan dan minum ayam kalkun  1/44 x Rp. 163.500  Rp.              3.716
 Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp. 61.500  Rp.              1.398
 gaji karyawan  Rp.      1.600.000
 Total Biaya Tetap  Rp.   1.771.004

 

Biaya Variabel






pakan ayam  Rp.  121.000  x   30  =  Rp.  3.630.000
minuman  Rp.    36.500  x   30  =  Rp.   1.095.000
karung  Rp.     21.250  x   30  =  Rp.      637.500
alat habis pakai  Rp.     21.200  x   30  =  Rp.      636.000
vitamin  Rp.     17.500  x   30  =  Rp.       525.000
pakan tambahan  Rp.    11.500  x   30  =  Rp.      345.000
 vaksin atau obat  Rp.     22.000  x   30  =  Rp.       660.000
BBM  Rp.    25.000  x   30  =  Rp.      750.000
 alat lainnya  Rp.     11.500  x   30  =  Rp.      345.000
 air dan listrik  Rp.     30.500  x   30  =  Rp.       915.000
 Total Biaya Variabel




 Rp. 9.538.500

 

Total Biaya Operasional

 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp.  11.309.504

 

Pendapatan per Bulan



    6  ekor  x  Rp. 85.000  =  Rp.     510.000
Rp.  510.000  x    30  hr  =  Rp. 15.300.000

 

Keuntungan per Bulan




 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional

 Rp.    15.300.000  –  11.309.504  =  Rp. 3.990.496








 

Lama Balik Modal






Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 10.393.250  : 3.990.496  =           3  bln

 Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis budidaya ayam kalkun sangat menguntungkan dimana modal Rp 10.393.250 dengan kentungan per bulan Rp 3.990.496 dan balik modal dalam 3  bulan.

Bisnis budidaya ayam kalkun ini tidak dapat berjalan maksimal jika tidak menggunakan mesin penetas telur otomatis kapasitas 200 dalam pengolahannya. Pemakaian dari mesin penetas telur otomatis kapasitas 200 dibutuhkan agar proses penetasan telur untuk bibit dalam budidaya ayam kalkun berjalan lancar dan efektif. Kinerja mesin penetas telur otomatis kapasitas 200 yakni menetaskan telur dengan langkah mudah dengan prosentase keberhasilan yang tinggi. Tampilan mesin penetas telur otomatis kapasitas 200 sangat modern dimana kinerjanya sangat handal dan berjalan begitu cepat. Pengadaan bibit untuk budidaya ayam kalkun semakin mudah dan praktis dengan hadirnya mesin penetas telur otomatis kapasitas 200. Dibandingkan cara menetaskan telur secara manual memang menggunakan mesin penetas telur otomatis kapasitas 200 tampil unggul juga sangat efektif. Mesin untuk pengadaan bibit dalam budidaya ayam kalkun dengan hasil yang memuaskan dapat Anda miliki langsung lewat Toko Mesin Maksindo. Mesin penetas telur otomatis kapasitas 200 dari maksindo dalam kualitas yang unggul.

Demikian tadi ulasan peluang usaha budidaya ayam kalkun dan analisa bisnisnya yang bisa dijadikan referensi memulai bisnis budidaya ayam kalkun tersebut. Tertarik mencoba bisnis budidaya ayam kalkun ? Bisnis budidaya ayam kalkun menjadi pilihan bisnis sangat menjanjikan. Dalam menjalankan bisnis budidaya ayam kalkun jangan lupa untuk menggunakanmesin penetas telur otomatis kapasitas 200 agar bisnis berjalan lancar juga maksimal. Semoga informasi mengenai peluang dari bisnis budidaya ayam kalkun tersebut dapat bermanfaat.

Cerita Sukses Peternak Kalkun Kudus

 

Dapat Rp 7-8 juta per bulan dari Ternak Kalkun

15 Apr 2019, 16:00 WIBEditor : Gesha

Kalkun jadi usaha alternatif yang bisa dilakukan masyarakat | Sumber Foto:Suprapto

Dibanding dengan jenis ayam lainnya, dalam hal pengadaan bahan baku pakan lebih mudah dan lebih murah, Hal ini menyebabkan secara umum ongkos produksi lebih murah, sehingga mampu mendongkrak penghasilan peternak.

 

TALOIDSINARTANI.COM, Kudus --- Ternak unggas kini semakin melebar. Tak hanya ayam kampung, ayam broiler, puyuh bahkan bebek, kini ada peluang baru dari ternak kalkun yang bisa dicontoh.

"Dari hasil penjualan kalkun hidup yang berkisar antara Rp 300.000 – Rp 350.000/ekor, daging dan telurnya saya memperoleh penghasilan kotor  sekitar Rp 7-8 juta per bulan," tutur peternak kalkun dari gang tiga Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus.

Dirinya mengaku mempunyai 40 pasang indukan dan  puluhan ekor lainnya  dari berbagai jenis. Seperti  Kalkun Bronze, Black Spanish Turkey, Pendilled palm, Golden Palm dan sebagainya.

Dibanding dengan jenis ayam lainnya, dalam hal  pengadaan bahan baku  pakan  lebih mudah dan lebih murah, Hal ini menyebabkan secara umum ongkos  produksi lebih murah, sehingga mampu mendongkrak penghasilan peternak.         

Misalnya  tanaman  enceng gondok yang nyaris tumbuh liar  di seluruh permukaan air sungai yang berada pedesaan  dan setiap saat bisa diambil gratis serta dalam jumlah tak terhingga. Begitu tanaman kangkung yang mudah  ditanam. Kedua tanaman ini menjadi  salah satu pakan  pendamping pakan lain. Seperti dedak dan konsentrat.

Selain pakan pakan tersebut Achmad Suyatno juga  memberikan pakan ekstra berupa jahe merah, kunyit  hingga telor bebek. Pakan tambahan ini berguna untuk merangsang indukan untuk bisa bertelur secara kontinu.

Peternak kalkun lainnya, Awan Binuka mengaku sudah sekitar enam tahun terakhir menggeluti usaha ternak kalkun. “Saya memulai dari memelihara anakan kalkun hingga tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Siap untuk dipotong untuk dikomsumsi atau dijual dalam bentuk hidup. Lalu saya  mendalami tentang  cara cara perkawinan, telor yang dihasilkan, pakan hingga pemasarannya. Ibaratnya semua lini sudah saya pelajari,” tuturnya.

Akhirnya ayah tiga anak ini menyimpulkan  budidaya ternak kalkun mampu dijadikan sumber penghasilan yang handal. Bahkan kalkun tersebut digunakan untuk usaha kuliner istrinya,  Wahyu Ningsih.

Rumahnya yang berada di tepi jalan raya Kudus – Purwodadi di Gang 14 Desa Undaan Tengah bagian depannya “disulap” menjadi warung lesehan Omah Welut Raja Kalkun. Dengan menu utama welut (belut/ monopterus albus) dan kalkun yang disajikan dalam berbagai bentuk.

Khusus untuk kalkun diolah menjadi tongseng, rica-rica,  goreng-bakar hingga ingkung. “Ingkung kami jual dengan harga  di kisaran Rp 120.000. Tergantung bobotnya.- semakin tinggi bobotnya, maka otomatis harganya juga lebih tinggi. Sedang untuk lainnya rata-rata kami jual dengan harga Rp 25.000 per porsi. Dengan mematok harga “segitu”, kami sudah memperoleh keuntungan lumayan banyak. Harga ini jauh lebih murah dibanding dengan  harga yang dipatok di restoran di kota kota besar. Satu ingkung (satu ekor) dijual hingga Rp 1,5 juta. “ ujar Awan Binuka  sambil tertawa.

Suami isteri yang cukup ramah dan  berbicara blak-blakan  ini juga mengungkapkan hitung hitungan usahanya. Setiap satu ekor kalkun  harganya saat ini dihitung dari bobotnya ( kalkun hidup) yang berkisar antara Rp 40.000 – Rp 45.000 per kilogram.

Jika sudah disembelih dan dikurangi bagian kepala, kulit, jeroan, kaki, ekor hingga bula, maka selebihnya  tinggal daging yang diolah menjadi tongseng, rica-rica, digoreng atau dibakar.

“Rata-rata dari satu kilogram tersebut kami bisa olah menjadi maksimal 15 porsi. Dengan nilai jualnya 15 x Rp 25.000 =  Rp 375.000. Jika dikurangi dengan pembelian bumbu, bahan bakar dan ongkos lainnya kurang lebih sekitar Rp 100.000. Jadi keuntuingan kami sekitar Rp 200.000.” tambah Wahyu Ningsih.

Sedang untuk memperoleh “bahan baku”nya, Awan Binuka  berasal dari  hasil peternakannya sendiri yang dipusatkan di  halaman belakang rumahnya yang berada di Gang 10. 

Di halaman belakang itu dijadikan kandang yang saat ini terdapat puluhan ekor kalkun beraneka jenis dan beraneka warna. Kandangnya lumayan bersih dan tidak tercium bau menusuk.

Namun karena “bahan baku” yang siap saji harus berumur sekitar 6-7 bulan, maka  suami isteri ini membeli dari rekannya sesame peternak kalkun di Desa Undaan Tengah. 

“Kami sudah membuat kelompok peternak, dengan populasi ternak sekitar 700 ekor. Kami akan dorong sebagian rekan untuk membuka warung serupa seperti milik kami di  desa  setempat atau membuka cabang di desa / daerah lainnya. Sebagian lagi tetap menekuni budidaya sambil memperluas  pemasaran, Dengan memasarkan lewat  media on line, omzet penjualan kami terus meningkat," tegas Awan Binuka. 

Kampung Kalkun

Kalkun merupakan jenis unggas berciri khas postur tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan unggas yang lain. Kali pertama  kalkun ditemukan di Amerika dan Eropa.  Nama kalkun berasal dari ejaan bahasa Belanda “Kalkoen” yang diambil dari nama kota “Kalikut” di India.

Adapun jenis kalkun meliputi  kalkun Bronze, Black Spanich, Bourbon Red, Golden Palm, Royal Palm, Self Buff, White Holland, Naraganset, dan berbagai jenis lainnya.

Di negara asalnya Amerika, kalkun biasa dikonsumsi untuk dijadikan sebagai hidangan pada saat perayaan natal maupun pada saat perayaan thanksgiving. Dalam perayaan ini, masyarakat akan bersama-sama untuk menikmati hidangan khas seperti kalkun panggang.

Pemerintah Kabupaten Kudus (Jawa Tengah) melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat menetapkan Desa Undaan Tengah Kecamatan Undaan sebagai “kampung kalkun”.

Agar ‘kampung kalkun “ tersebut berjalan sesuai rencana, maka Pemkab Kudus menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai lembaga pendampingan bagi para peternak kalkun, siap memberikan pendampingan terhadap peternak ayam kalkun di Kabupaten Kudus

“Kami berharap tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging ayam kalkun bisa mengimbangi tingkat konsumsi ayam pedaging,” ujar  Guru Besar Bidang Unggas Fakultas Peternakan Undip Dwi Sunarti , pada acara pelatihan membuat jamu untuk ayam kalkun di Desa Undaan Tengah, pekan lalu.

Dwi Sunarti menambahkan prospek peternakan kalkun cukup bagus karena daya tetas telurnya yang cukup tinggi, sedangkan fertilitasnya juga demikian. Selain itu didukung dengan asupan pakan protein dan penyubur benih sperma dari pejantan yang cukup tinggi.

Sedangkan kandungan lemaknya memang hampir sama dengan ayam pedaging, namun asam lemak jahatnya sangat rendah. "Sehingga semua produk unggas baik untuk pemenuhan gizi manusia, terutama bawah lima tahun (balita)," tuturnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto, ditetapkannya Desa Undaan Tengah sebagai  “kampung kalkun” atas pertimbangan jumlah peternak dan populasi ternaknya jauh lebih banyak dibanding dengan desa/kecamatan lain yang ada di Kudus.

Juga didukung dengan persediaan pakan kalkun alami yang cukup melimpah dan  masih sangat terbuka untuk dikembangkan dari sisi populasi. Termasuk peningkatan pendapatan petani hingga  penyerapan tenaga kerja.

Saturday, 8 August 2020

Sepeda Motor Aki di tahun 2020

Merk

Type

CC

Warna

Plat Nomor

Tahun produksi

Kymco

Cevira

110

Merah silver

D xxxx

 

Suzuki

Shogun  R

110

Hitam silver

D xxxx CO

2002

Suzuki

Shogun R

125

Merah silver

Z xxxx YA

2006

Suzuki

Skywave

125

Hitam SIlver

-

-

Honda

Revo

110

Hitam

Z xxxx

2014

Honda

Supra X

125

Hitam

-

-

Honda

Supra Fit

100

Hitam

D xxxx

2006

Honda

Vario

150

Putih

Z xxxx YA

2016    

Kegiatan Baru di Bulan Juli 2025

Jum'at 18 Juli 2025, Beli kandang dari bahan bambu, beli di Padaringan untuk melayer anak ayam harga 100 ribu Beli anak ayam ELBA usia 1...