Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Habib Husin Alwi Shihab berikut profil dan biodatanya
Nama : Husin Alwi Shihab
Tempat tanggal lahir ; Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, 26 April 1984
Habib Husin Alwi Shihab dibesarkan oleh dua keluarga dzurriyah yang sederhana.
Kakek dari ibunya, Habib Muhammad Alhinduan seorang tabib, guru ngaji dan imam mesjid di Pasean, Pamekasan.
Ayahnya
Sayid Moh Alwi Shahab trah dari Habib Ali Shihab Bontoala, Makassar
inisiator silsilah Arrabitha Alawiyah yang tinggal di Sumenep sebagai
pedagang kayu dan meubel antik yang merantau ke Jakarta.
Tidak hanya berdagang, ayahnya juga bukan orang sembarangan. Ia dikenal sebagai seorang pengamat politik nasional dan Timur Tengah.
Habib
Husin dari trah ibunya, Syarifah Hikmah Alhinduan salah satu keluarga
dari Bani Syarqawi pemilik Ponpes Annuqoyah Guluk-guluk.
Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang taat kepada suami dan
menjadi guru ngaji bagi anak-anaknya seperti masyarakat Madura
mengajarkan sunnah nabi sebagai tradisi mendidik anak-anaknya.
Baca Juga: Muhammad Kece di Tahan Polri, Sejumlah Pengacara Sambangi Bareskrim Mau Dampingi Youtuber
Seminggu setelah kelahiran, ayahnya membawa Habib Husin untuk tinggal di Kota Sumenep sekeluarga.
Habib
Husin Shihab dibesarkan dikalangan keluarga yang sadar politik, ayahnya
pada zaman orde baru kiprahnya banyak mengkritisi kebijakan Soeharto.
Di
awal tahun 60-an ayahnya pernah dipenjara karena mengkritisi kebijakan
pemerintah daerah yang dianggap tidak adil dan mendiskreditkan golongan
timur atau keturunan Arab saat itu.
Karena kebijakan itu membuat dagangan ayahnya merosot.
Tetangga Habib di Sumenep berdampingan dengan etnis Tionghoa, Arab dan pribumi.
Habib
sejak kecil kritis soal mencari solusi dalam perbedaan. Habib mengenal
bahwa Indonesia adalah bentuk kesatuan yang unik, kesatuan yang Bhinneka
Dengan kehidupan sosial yang demikian selepas sekolah di SMA1 Sumenep Habib mendapat beasiswa kuliah di Timur Tengah dengan mengambil jurusan perbandingan agama dan mazhab.
Dengan
psikologis kehidupan yang dialami, Habib mencari sebuah solusi dalam
kehidupan sosial untuk memberikan keadilan terhadap setiap orang.
Tidak puas belajar di Timur Tengah Habib kuliah lagi S1 ambil jurusan hukum di Universitas Pancasila, Jakarta.