Monday, 31 August 2015

Memperbaiki Shockbreaker Depan Motor Supra Fit


Sudah lama sokbreker depan motorku bermasalah. Kalau kena polisi tidur atau lobang di jalan mak "jedak", Pas kebetulan libur jadi buat kegiatan mengisi liburan saya bongkar aja tuh sokbreker . 
Peralatan dan onderdil yang perlu disiapkan :
  1. Kunci pas/ring/shock 8mm, 14mm, 17mm
  2. Obeng + dan -
  3. Kunci  bintang T40
  4. Kunci L6 mm
  5. Oli untuk shockbreaker (merk jumbo, showa, dll) / oli SAE 10
  6. Oil Seal ukuran 26x37x10,5
Oli shock bisa pakai yang orisinilnya merk Showa harga sekitar 15.000 sekaleng, atau pakai merk jumbo harga variasi beda tiap toko antara 6.000 - 10.000 satu dus (ada dua botol), Seal nya kalau orisinil AHM harga sekitar 40 ribu sepasang, kalau yang abal-abal 13 ribu sepasang. Nah buat ngakalin pakai aja sealnya punya Yamaha Force1, kalau gak salah inget harganya 25 ribu sepasang.Ukurannya sama persis buat Supra X, harga miring dapet orisinil heheheheh.
Langkah pertama lepas roda, spakbor. Buka baut 14mm untuk melepas kedua shockbreaker. Untuk membongkar shockbreaker, tekan penutup shock bagian atas dan lepas/congkel ring penguncinya.
Keluarkan per dari dalam tabung dan buang oli di dalam tabung shockbreaker. Kocok-kocok as shockbreaker agar oli keluar semua. Biasanya kalau sudah lama gak diganti oli akan kental dan berwarna hitam seperti lumpur, dan baunya gak enak banget.
Untuk melepas tabung shock dalam, buka baut L pada bagian bawah tabung shock luar dengan menggunakan kunci L6mm. Tarik keluar tabung shock dalam, maka akan keluar beserta dengan damper rod dan rebound springnya. Cek kondisinya harus mulus tidak boleh ada yang cacat atau tergores, jika sudah cacat atau tergores harus ganti karena oli akan bocor terus melalui goresan pada batang pipa tersebut.
Jika seal oli sudah bocor maka harus diganti, ciri seal oli bocor yaitu pada bagian pipa shock dalam (yang mengkilap) basah terkena oli.
Untuk melepas seal oli yang pertama lepas dulu seal debu, lalu lepas ring pengunci seal oli dan lepas sealnya dengan cara mencongkel menggunakan obeng minus dengan diberi tatakan kain tebal pada pinggir tabung shock agar tidak cacat.

Pasang seal oli yang baru, masukkan pelan-pelan dan rata jangan sampai miring. Agar bisa rata waktu memasukkan ke tabung beri alas untuk memukul yang diameternya hampir sama dan bisa masuk ke tabung shockbreaker ( pakai bearing bekas roda depan pas banget ).

Pasang ring pengunci, dan seal debu, lalu pasang tabung shock dalam beserta damper dan rebound spring, lalu kunci dengan baut pengikatnya (baut L6mm)
Isi shockbreaker dengan oli khusus shockbreaker (showa, jumbo) atau oli SAE 10 masing-masing tabung sebesar 64ml (biasanya aku pakai suntikan yang ada ukurannya untuk menakar jumlah oli).
Kalau mau memakai oli yang merk jumbo (satu kemasan ada 2 botol) isi masing-masing botol ke masing-masing tabung shockbreaker, dengan takaran kira-kira 2/3 oli dimasukkan ke tabung shock sehingga sisa 1/3 oli saja.
Masukkan per ke masing-masing tabung dengan posisi ulir renggang di bawah dan ulir yang rapat di atas.
Lalu pasang tutup shockbreaker atas dan juga ring penguncinya, agar mudah memasangnya pasang dulu kedua shock di motor dan kencangkan baut penguncinya , lalu masukkan tutup shock sambil ditekan menggunakan obeng dan tangan kanan, pasang penguncinya dengan tangan kiri dan tekan sampai masuk ke alur kuncinya (bunyi klik). Pasang roda, rem dan spakbor, dan shockbreaker depan tes motor di jalan bergelombang, supra Fit ku mentul-mentul lagi deh......
 
 

Monday, 16 February 2015

Profil Hakim Sarpin Rizaldi


Profil Bapak Hakim Sarpin Rizaldi

Image result for Profil Sarpin Rizaldi Siapakah hakim ketua pimpinan sidang praperadilan Bapak Komjen Budi Gunawan? Adalah Bapak Sarpin Rizaldi yang kini menjadi sorotan, setelah didaulat sebagai hakim yang memimpin sidang praperadilan penetapan tersangka Bapak Komjen Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Dalam beberapa berita yang berhasil dihimpun, sosok Bapak Sarpin Rizaldi sempat dianggap kontroversial. Sebelum berkarir di PN Jaksel, Bapak Sarpin pernah menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi dan Ketua Pengadilan Negeri Binjai. Beliau  juga pernah bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Salah satu kasus mencolok yang pernah ditanganinya di PN Jaktim adalah pembunuhan artis Alda Risma pada 2009 silam. Bapak Ferry Surya Perkasa yang saat itu duduk di kursi pesakitan divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim, yang salah satu anggotanya adalah Bapak Sarpin Rizaldi, S.H.
Soal kekayaan menurut Detik, Bapak Sarpin Rizaldi baru dua kali melaporkan LHKPN tahun 2002 dan 2009. Tahun 2002 dia melaporkan kekayaan sebesar Rp 739.837.870 dan pada tahun 2009 sebesar Rp 1.279.866.843. Sejumlah putusan kontroversial mewarnai perjalanan karir Sarpin. Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Tim Advokasi Anti Kriminalisasi (Taktis) mengaku pernah memiliki 3 temuan putusan hakim Bapak Sarpin yang dinilai kontroversial.
Salah satunya kasus narkoba dengan terdakwa Raja Donald Sitorus di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada tahun 2008” ungkap anggota LSM Taktis, Bapak Bahrain beberapa waktu lalu.
Dalam persidangan kasus itu, Bapak Sarpin bertindak sebagai ketua majelis. Namun saat putusan, vonis diketok oleh Bapak hakim Jalili yang statusnya sebagai hakim anggota. Vonisnya dianggap janggal karena terdakwa dengan barang bukti 180 gram hanya divonis 5 tahun penjara atau setengah dari tuntutan jaksa yaitu 10 tahun.
Pada tahun 2009, Bapak Sarpin pernah membebaskan terdakwa korupsi di PN Jaktim. Dia membebaskan Camat Ciracas Bapak M Iwan dalam kasus dugaan korupsi Rp 17,9 miliar. Padahal jaksa menuntut 7 tahun penjara. Pada tahun 2014, Bapak Sarpin juga pernah dilaporkan ke KY terkait putusannya dalam perkara sengketa paten ‘Boiler 320 Derajat Celcius’ di PN Medan.
Rencananya PN Jaksel akan menggelar putusan sidang praperadilan terhadap gugatan Bapak Komjen Budi Gunawan terkait penetapan statusnya sebagai tersangka oleh KPK hari ini, Senin 16 Februari 2015. Dengan segala kontroversi itu, Wakil Ketua KPK Bapak Bambang Widjojanto masih meyakini hakim Sarpin akan menjaga integritasnya dalam persidangan praperadilan Bapak Komjen Budi Gunawan.
merdeka.com
Profil Sarpin Rizaldi, Hakim Sidang Praperadilan BG vs KPK
Nama : H. SARPIN RIZALDI, SH.
NIP : 196206161988031002
Tempat/Tanggal Lahir : Sumatera Barat, 16 Juni 1962
Pangkat/Gol : Pembina Ut.Mud (IV/c)
Jabatan : Hakim Madya Utama

Timlo.net - Sidang praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan rencananya dipimpin oleh hakim Sarpin Rizaldi. Sidang digelar pada 2 Februari nanti.
Sarpin diketahui pernah menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi, Sumatera Barat. Namun, hakim ini tergolong tidak tertib dalam melaporkan harta kekayaannya.
Dari data laporan harta kekayaan penyelenggara negara diakses melalui situs http://www.acch.kpk.go.id pada Jumat (30/1), Sarpin hanya diketahui melaporkan harta pada 2002 dan terakhir 2009.
Total harta Sarpin pada 2002 adalah Rp 739,837,870. Di 2009 jumlahnya meningkat menjadi Rp 1,279,866,843.
Sarpin diketahui memiliki tiga rumah dan tanah di tiga lokasi. Dia mempunyai tanah dan bangunan seluas 126 meter persegi dan 60 meter persegi di Kota Bekasi dibeli sendiri dengan merogoh kocek Rp 450 juta pada 2002. Tiga tahun kemudian nilainya melonjak menjadi Rp 1.045 miliar ditambah Rp 200 juta.
Properti dibeli Sarpin pada 2002 adalah tanah dan bangunan seluas 454 meter persegi dan 170 meter persegi di Kota Pekanbaru, Riau, seharga Rp 200 juta. Pada 2009 nilainya naik menjadi Rp 391,2 juta.
Pada 2002, Sarpin kembali membeli sendiri dan mendapat hibah tanah dan bangunan seluas 1,007 meter persegi dan 354 meter persegi di Padang Pariaman. Awalnya bernilai Rp 250 juta dan pada 2009 melonjak menjadi Rp 454,7 juta.
Sarpin juga memiliki harta bergerak sejumlah Rp 86,684 juta, dan pada 2009 naik menjadi Rp 170 juta.
Sarpin diketahui memiliki beberapa kendaraan roda empat. Yakni Nissan Terrano buatan 2001 dibeli pada 2007 dengan harga Rp 90 juta. Dia juga mempunyai sedan Mitsubishi Galant keluaran 2001 dibeli pada tahun sama seharga Rp 80 juta.
Sementara itu, Isuzu Panther milik Sarpin tahun pembuatan 1998 dan dibeli pada 2000 seharga Rp 75 juta sudah dijual. Begitu juga dengan sebuah sepeda motor Honda Supra X rakitan 2002 seharga Rp 11,684 juta sudah berpindah tangan.
Sarpin diketahui mengoleksi dua ekor ikan arwana dari hibah didapat pada 1999 seharga Rp 10 juta, dan seekor burung beo didapat dari pemberian tahun sama seharga Rp 1 juta. Tetapi koleksi hewan peliharaan itu sudah raib.
Sarpin juga memiliki harta tak bergerak lain yang pada 2002 senilai Rp 167 juta. Tujuh tahun kemudian nilainya naik menjadi Rp 331,5 juta.
Sarpin pun mengoleksi logam mulia yang dibeli sendiri dari 1994 sampai 1999 senilai Rp 25,5 juta. Sementara itu dia juga menyimpan logam mulia dari pemberian pada 1998 seharga Rp 4,5 juta.
Dari data LHKPN, Sarpin diketahui gemar mengoleksi batu mulia sejak 1991. Pada 2002 harganya Rp 7,5 juta dan tujuh tahun kemudian melonjak jauh menjadi Rp 45 juta.
Sarpin juga Batu mulia boleh dikasih orang sejak 1989 sampai 1998 harganya pada 2002 Rp 20 juta. Tujuh tahun kemudian menjadi Rp 50 juta.
Sarpin juga mengoleksi barang antik dan seni didapat dari orang lain pada 1999. Nilainya Rp 3,5 juta.
Benda bergerak lainnya dari hibah diperoleh Sarpin pada 1998 sampai 2005 senilai Rp 48 juta pada 2002. Tapi tujuh tahun kemudian nilainya jadi tinggal Rp 10 juta.
Sarpin juga memiliki harta warisan dan hibah sejak 1989 sampai 2001 senilai Rp 30 juta. Dia menyimpan surat berharga diinvestasi pada 2002 senilai Rp 5 juta.
Sarpin memiliki giro dan setara kas yang nilainya pada 2002 sejumlah Rp 25,1 juta. Pada 2009 menjadi Rp 27,4 juta. Dia juga memiliki utang pada 2009 sebesar Rp 23,335 juta.
[eko]

Sunday, 15 February 2015

Kijang Kotak Biru Setengah Enam Ya: Tokiko Biru

Kijang Kotak Biru Setengah Enam Ya: Tokiko Biru: Dibeli pada bulan Juli 2014 silam, kendaraan ini meskipun sudah lanjut usia, namun menjadi kesayangan alasannya karena satu-satunya, hehehe, meskipun masih standar, di mana mesin masih 4K, dengan 5 speed, 4 maju dan 1 mundur, namun sangat penurut, nggak pernah rewel, kecuali busi yang selalu hitam, setir belum ps, rem masih tromol, per depan masih per daun, namun untuk pajak termasuk taat pajak.


Masih sangat membutuhkan sentuhan untuk dapat menjadikan kendaraan ini nyaman...



























Tokiko Biru

Salah satu  mobil keluarga paling laris di pasaran Indonesia asal pabrikan Toyota Corp. dari Jepang sana yaitu jenis minibus yang diberi nama Kijang.

Sampai posting ini ditulis yang namanya keturunan si Kijang masih merajai jalanan di seluruh Indonesia baik itu di kota-kota maupun di desa-desa. Telinga kita sudah tidak asing lagi dengan slogannya yaitu “Kijang memang tak ada duanya”. Walah…malah promosi nih….padahal nggak dapat komisinya. Okelah kalau begitu mari kita lanjutkan….
Untuk daerah pantura di Jawa Tengah atau mungkin juga di Pulau Jawa sebutan untuk “simbahnya Kijang” ini kebanyakan dari mereka menyebut kijang kotak / kijang doyok yaitu Kijang buatan tahun 1977 sampai 1986

Nggak usah disebutkan satu persatu ya bro…untuk Kijang Doyok ini memang terkenal bandel sekali mesin dan chasisnya dan merupakan pesaing berat bagi Mitsubishi T-120 untuk jenis pick up nya pada jaman itu.
Sampai sekarang pun kita masih menjumpai Kijang Doyok pick up berkeliaran di jalanan sambil bawa muatan, biasanya mengangkut peralatan untuk hajatan (persewaan tarub) atau bahan bangunan, atau di pasar-pasar tradisional mengangkut aneka sembako. Dan terlihat masih begitu kokoh dan tangguh di jalanan.


Kegiatan Baru di Bulan Juli 2025

Jum'at 18 Juli 2025, Beli kandang dari bahan bambu, beli di Padaringan untuk melayer anak ayam harga 100 ribu Beli anak ayam ELBA usia 1...