Setelah beberapa hari mengantar istri tercinta melengkapi persyaratan untuk dapat mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang sangat didambakan oleh para guru honorer, mulai dari foto di studio foto di Jalan Letjen. Suwarto, kemudian membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) ke Polresta Banjar, yang diawali dengan meminta pengantar ke bu RT Wiwi, kemudian ke Pak Oni RW, kemudian ke Kelurahan, Kecamatan, baru ke Polresta.
Setelah itu membuat SUrat Keterangan Bebas Narkoba ke klinik Polresta yang berada di perbatasan kota Banjar dengan Kabupaten Ciamis, di sekitar kecamatan Purwaharja, kebetulan saat itu memang kasus Covid-19 sedang sangat tinggi, termasuk di kota Banjar.
Setelah semua persyaratan yang melibatkan pemerintahan/aparat selesai, dilanjutkan dengan mengaplod semua berkas ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), singkat cerita istri pun berhasil mendaftar menjadi calon mahasiswa peserta PPG tahun 2021.
Namun di tengah proses tersebut, suatu hari sepulang dari Polres, ketika selesai melintasi perempatan Garuda, tiba-tiba hilang penciuman yang padahal, saat itu tidak sedang pilek/flu, kronologisnya adalah pada saat kita (saya, istri dan anak) melewati jalan Gudang, anak saya berkata "Harum banget, kaya bau capucino",
Lantas saya nyaut, kok bapa ngga mencium bau apa-apa ya?
mungkin kebetulan penciuman sedang terganggu
Oh iya, pada saat itu istri juga sedang tidak fit, batuk pilek gitu
sampai di rumah, tetap tidak bisa membaui kecuali dimasukin hidung, rada terasa aromanya
setelah sampai rumah, malam harinya kok rada sesak napas, akhirnya berangkatlah menyeberang ke PKU Muhammadiyah, kemudian diperiksa oleh dokter,,, sambil terus batuk karena sesak napas, dari hasil pengukuran oksigen / apa itu namana, di bawah 90 kalau tak salah, dokter menyarankan untuk dibawah RSUD Kota Banjar.
No comments:
Post a Comment