Monday, 30 August 2021

L. Standar Operasional Prosedur (SOP)

 

L.     Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pendidikan anak usia dini menekankan pada pembentukan sikap sebagai dasar bagi pengembangan karakter yang kuat. Pembentukan sikap memerlukan waktu yang jauh lebih panjang dari pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Proses pembentukan sikap dilalui melalui pembiasaan yang konsisten diterapkan oleh semua unsur satuan PAUD secara berkelanjutan sepanjang hari dan sepanjang tahun sepanjang anak mengikuti program pendidikan anak usia dini.

Seperti halnya proses pengembangan pengetahuan yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan, maka pembentukan sikap pun harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Guru ditutut  memahami bagaimana proses pembentukan sikap pada anak usia dini diterapkan secara menyenangkan dan terbebas dari doktrin dan pemaksaan. Krathwohl mengemukakan bahwa pembentukan sikap dimulai dari menerima, merespon, hingga melaksanakan secara terus-menerus hingga terinternalisasi dalam perilaku anak.

Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini memuat 16 sikap yang diharapkan menjadi kompetensi anak, yakni; (1) mempercayai adanya Tuhan, (2) menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, (3) perilaku hidup sehat, (4) sikap ingin tahu, (5) kreatif, (6) estetis, (7) percaya diri, (8) disiplin, (9) sabar, (10) mandiri, (11) peduli, (12) toleran, (13) jujur, (14) tanggung jawab, (15) menyesuaikan diri, (16)  rendah hati dan santun. Sesuai dengan cara belajar anak yang peniru, maka pembentukan sikap harus dimulai dari guru sebagai model perilaku. Keajegan perilaku guru dalam membentuk sikap membantu anak memahami lebih mudah apa dan bagaimana berperilaku sesuai dengan sikap yang diharapkan. Untuk keperluan tersebut seharusnya satuan PAUD membuat atau menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan yang di dalamnya  memuat nilai-nilai yang ingin terbentuk pada anak. Dalam upaya memudahkan guru menyusun SOP di satuan PAUDnya, maka disusunlah Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Satuan Pendidikan Anak Usia Dini yang diterapkan dalam kegiatan harian satuan PAUD masing-masing. Tujuan pedoman ini adalah sebagai acuan dalam menyusun:

1.      Jadwal harian yang lebih bermakna, efektif dan efisien.

2.      Standar operasional prosedur yang baku untuk satuan PAUD

3.      Tata tertib di setiap satuan PAUD.

Pedoman ini digunakan oleh:

1.      Guru

2.      Pengawas RA

3.      Unsur lain yang membina dan melaksanakan layanan usia RA

 

1.      Kegiatan Harian

Kegiatan harian mewadahi seluruh kegiatan yang dilaksanakan setiap hari oleh satuan RA. Kegiatan harian disusun untuk mewujudkan visi, misi, dan karakteristik atau keunggulan satuan RA. Kegiatan harian berisi kegiatan yang dirancang secara rutin dan kegiatan di sentra/area/kelompok. Kegitan harian bersifat rutin ditujukan untuk pembentukan karakter anak. Penentuan kegiatan harian sebuah lembaga menunjukkan program pengembangan potensi anak dan kualitas keluaran layanan lembaga RA. Karena itulah maka penyusunan kegiatan harian harus dilakukan secara teliti dan menyeluruh.

2.      Manfaat

1.      Layanan RA lebih terarah

2.      Acuan bagi guru dalam melaksanakan pembinaan dan pengelolaan kegiatan pembelajaran

3.      Petunjuk bagi orang tua dalam mengetahui dan memahami kegiatan yang diikuti anaknya selama di lembaga Raudhatul Athfal.

3.      Unsur yang Perlu diperhatikan

Visi, misi  dan tujuan satuan PAUD: cita-cita yang ingin diwujudkan dalam visi dan tujuan harus dimasukkan ke dalam jadwal. Misalnya, menjadikan anak yang sehat, berarti ada kegiatan membiasakan untuk makan, membiasakan untuk kebersihan diri dan lingkungan yang menunjang anak sehat, dan sebagainya.

1.      Sikap-sikap karakter yang diharapkan terbangun pada anak disik sesuai dengan visi dan misi lembaga, dan muatan pembelajaran yang sudah tertuang dalam KTSP.

2.      Keruntutan; jadwal harian memperhatikan keruntuttan kegiatan yang diikuti anak sejak datang hingga pulang.

3.      Waktu: Alokasi waktu disesuaikan dengan kebutuhan anak untuk mengembangkan kemampuannya. Misalnya untuk bermain inti anak memerlukan waktu selama 1 jam, sedangkan mainmotorik kasar memerlukan waktu 20 menit, dan waktu makan 20 menit.

4.      Kesiapan pendidik: Pendidik sebagai penggerak utama dalam proses pembelajaran. Pendidik juga mengkoordinir kegiatan sejak kedatangan hingga kepulangan. Pendidik harus menjadi tim yang kompak, jadi siapapun yang bertugas harus konsisten dalam melaksanakan kegiatan harian.

5.      Komitmen: jadwal harian tidak hanya diperuntukan bagi anak-anak tetapi juga untuk pendidik, pengelola, termasuk tenaga lain yang ada di satuan PAUD, misalnya tenaga kebersihan, tenaga administratif, dan lainnya.

4.      Cara Penyusunan Fungsi

1.      Tetapkan kompetensi yang ingin dicapai dan karakter yang ingin dibentuk dari visi, misi, dan tujuan satuan PAUD yang sudah ditetapkan sebelumnya dan disesuaikan dengan indikatornya.

2.      Perhatikan berapa lama anak akan berada di lembaga PAUD dalam setiap harinya.

3.      Siapkan aktivitas yang akan dilakukan anak.

4.      Siapkan aktivitas yang akan dilakukan anak.

5.      Menetapkan lama waktu yang dibutuhkan setiap aktivitas itu dilaksanakan.

 

 

 

Penyusunan SOP

Setiap satuan RA diwajibkan membuat SOP sebagai pengendali pelaksanaan kurikulum. SOP ini ditujukan agar keseluruhan praktek pembelajaran di setiap satuan RA dapat dilaksanakan secara optimal dan berkualitas. SOP pembelajaran merupakan langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran RA dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak, SOP menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja kapan, di mana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habitiuasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

SOP Pembelajar RA terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru daari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Tata cara penyusunan SOP Pembelajaran yang diperlukan oleh setiap satuan RA dipaparkan dalam pedoman khusus.

5.      Fungsi

1.      Memperlancar petugas di lingkungan satuan PAUD dalam melaksanakan tugasnya.

2.      Mempermudah penemuan hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan tugas baik hambatan tersebut datangnya dari dalam maupun dari luar.

3.      Mendisiplinkan semua pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan aturan yang disepakati bersama.

4.      Membangun cara kerja yang lebih tertata dan disiplin.

5.      Membangun konsistensi atau keajegan perilaku pendidik yang diperlukan dalam mengembangkan karakter anak.

6.      Manfaat

1.      Semua orang yang ada di satuan PAUD (RA) memiliki standar yang sama dalam melayani dan memfasilitasi anak belajar.

2.      Memudahkan dalam pengkaderan bagi pendidik baru untuk mengenal cara memberikan layanan di satuan PAUD (RA Attaubah)

3.      Sebagai informasi terbuka bagi tenaga pendidik, kependidikan dan orang tua tentang layanan yang baik dan sistematis.

7.      Syarat

1.      Mudah dilaksanakan oleh seluruh pendidik.

2.      Memuat pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

3.      Memuat langkah-langkah jelas yang harus dilakukan.

8.      Cara Penyusunan SOP

1.      Menjabarkan setiap kegiatan dari jadwal kegiatan harian

2.      Identifikasi kemampuan yang ingin dibangun pada saat kegiatan ini dilakukan

3.      Susunlah ke dalam langkah-langkah kegiatan yang teratur dan  jelas.

Daftar SOP minimal di satuan Raudhatul Athfal

1.

SOP Penataan Alat Bermain

8

SOP Pijakan sebelum Bermain

 

2

SOP Penyambutan Kedatangan Anak

9

SOP Pijakan Selama Bermain

3

SOP Jurnal Pagi

10

SOP Pijakan Setelah Bermain

4

SOP Materi Pagi

11

SOP Makan Sehat dan Pembiasaan Kebersihan Diri

5

SOP Bermain Motorik Kasar

12

SOP Jurnal Siang

6

SOP Kegiatan Transisi Sebelum Sentra

13

SOP Kegiatan Penutup

7

SOP Makan Snack

14

SOP Penjemputan Anak

 

SOP dapat terus dikembangkan sesuai kemampuan satuan pendidikan. Semakin banyak program yang dijalankan lembaga RA semakin banyak SOP yang harus disiapkan.

 

No comments:

Post a Comment

Kegiatan Baru di Bulan Juli 2025

Jum'at 18 Juli 2025, Beli kandang dari bahan bambu, beli di Padaringan untuk melayer anak ayam harga 100 ribu Beli anak ayam ELBA usia 1...